– Dalam Cinta Segala Bukti Perjuangan -
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Apabila ada yang bertanya kepadamu, “Bilakah pertolongan Allah itu datang?” Maka katakanlah, bahwa pertolongan Allah itu sangat dekat.
Suatu ketika, seorang akhwat menangis di kamarnya. Sudah kesekian kalinya ibunya memarahinya cuma karena satu alasan yang nggak masuk akal. Karena akhwat tersebut memutuskan untuk berhijab sempurna. Alhasil, penampilannya pun berubah drastis. Dari yang semula berpakaian serba ‘mepet’, menjadi pakaian kerajaan yang serba ‘kebesaran’. Ibunya berkata dengan sangat tegas, “Ibu nggak mau gara-gara jilbabmu yang besar itu, keluarga kita dicap keluarga teroris. Kita ini hidup di masyarakat yang Nasionalis. Jadi tolonglah, berjilbab sama kayak yang lain. Jangan pakai jilbab yang besar, karena dengan begitu kau akan tampak fanatik.”
Itu “nasehat” pertama dari ibunda.
(Sebuah kekuatan hanya akan menjadi kekuatan bila Allah menghendakinya. Pun sebuah kelemahan, tidak selamanya akan lemah jika Allah menginginkan kemenangan akan hamba-NYA…)
Sebuah kata tidak akan sanggup menerjemahkan setiap nikmat yang diberikan Allah untuk kita. Dan nikmat itu ialah iman dan Islam. Tidak ada yang lebih membahagiakan kecuali berada dalam pelukan ke-Islaman. Pun tidak ada yang lebih menyakitkan selain kehilangan keimanan dari hati. Inilah kuasa Allah. Bukan kita yang menjaga keimanan dan keislaman itu agar tetap berada dalam kondisi “aman”. Melainkan hanya Allah, hanya Dia saja yang Maha Menjaga Hati.


Dari Huzhaifah bin Al-Yaman berkata, “Manusia biasa bertanya pada Rasulullah saw. tentang kebaikan, sedang aku bertanya kepada beliau tentang kejahatan, karena khawatir akan mengenaiku.” Saya berkata, “Wahai Rasulullah, kami dahulu di masa Jahiliyah dan penuh kejahatan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini (Islam). Apakah setelah kebaikan ini ada lagi keburukan?” Rasul saw. menjawab, ”Ya.” “Apakah setelah keburukan itu ada kebaikan?” Rasul saw. menjawab, ”Ya, tetapi ada polusinya.” “Apa polusinya?” Rasul saw. menjawab, ”Kaum yang mengambil hidayah dengan hidayah yang bukan dariku, engkau kenali dan engkau ingkari.” Saya berkata, ”Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan?” Rasul saw. menjawab, ”Ya, tetapi ada para penyeru ke neraka jahanam; barangsiapa yang menyambut mereka ke neraka, maka mereka melamparkannya ke dalam neraka.” Saya berkata, ”Ya Rasulullah, terangkan ciri mereka pada kami?” Rasul saw. menjawab, ”(Kulit) mereka sama dengan kulit kita, berbicara sesuai bahasa kita.” Saya berkata, ”Apa yang engkau perintahkan padaku jika aku menjumpai hal itu?” Rasul saw. bersabda, ”Komitmen dengan jamaah muslimin dan imamnya.” Saya berkata, ”Jika tidak ada pada mereka jamaah dan imam?” Rasul saw. menjawab, ”Tinggalkan semua firqah itu, walaupun engkau harus menggigit akar pohon sampai menjumpai kematian dan engkau tetap dalam kondisi tersebut.” (Bukhari dan Muslim)


Komentar Terakhir