Iya, kenapa?
Melihat betapa maraknya pemberitaan mengenai kekerasan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI), publik akan semakin yakin bahwa Islam adalah agama yang keras, teroris. Hal itu semakin diperkuat dengan dalil yang ada dalam Al Qur’an sendiri yang menyatakan:
“Sesungguhnya Allah menyukai mereka yang berperang di jalan-Nya di dalam satu barisan yang lurus, seolah-olah mereka adalah bangunan yang tersusun kokoh.” (QS As Saff: 3).
Perintah jihad (dalam artian perang) semakin membuat pemahaman seakan-akan hanya perang jalan satu-satunya untuk mencapai ridho Allah. Perang melawan kekafiran, perang melawan kemurtadan, perang melawan kebatilan, perang membela haq, sampai juga perang membela aqidah seperti yang dilakukan FPI saat ini. Ahmadiyah yang telah menodai kesucian agama Islam memancing kemarahan ummat (dalam hal ini FPI). Apalagi ketika penghinaan demi penghinaan ditujukan untuk Islam: pasukan anjing, laskar setan, laskar kafir, dan sebagainya.
Barat pula tak lupa campur tangan. Beberapa waktu lalu kita dihebohkan dengan munculnya film FITNA. Film berdurasi 15 menit itu dirilis oleh seorang Yahudi Belanda. Begitu pun ketika Denmark sempat menelorkan karikatur Nabi Muhammad SAW sebagai teroris. Tidakkah kita terluka ketika itu???
Lantas kenapa pemerintah tidak bertindak tegas? Islam diinjak-injak. Islam direndahkan. Islam dihina. Kemana peran pemimpin kita??
Sekarang, Islam kembali dinodai. Bahkan oleh orang yang “katanya” mengaku Islam. Ahmadiyah. Ya, Ahmadiyah. Dengan mengakui Nabi selain Muhammad. Kitab suci selain Al Qur’an. Tidakkah itu begitu menghinakan Islam??
Kemana ummat Islam ketika aqidahnya direndahkan seperti itu?
Permasalahan tidak hanya itu. Bahkan sesama ummat Islam pun kita bermusuhan. Lihat saja, di kala FPI (yang selama ini ‘keras’ membela Islam) dihina dan dicaci maki, kita malah ikut memojokkannya. PKB, NU, semua ikut memojokkan FPI. Kenapa bukan pemerintah yang mereka protes? Kemana akalnya ketika itu?
Islam tidak hanya diinjak-injak dalam hal akidah, tapi juga persatuannya. Harokah ISlam tidak lagi memperjuangkan ISlam, tidak lagi melangkah di jalan Allah. Mereka sudah terpecah menjadi bagiannya sendiri, hingga lupa untuk apa sebenarnya mereka berjuang.
Kenapa harus harokah Islam?
Padahal harokah Islam adalah penentu tegaknya Islam di bumi.
Kenapa harus harokah Islam?
Padahal sudah jelas bahwa sesama mukmin adalah saudara. Kenapa harus pecah????

Untuk semua ummat Islam:JANGAN MUDAH TERPROVOKASI!!!
Salam Ta’aruf