ISLAM YANG SEMAKIN LIBERAL DI UNIVERSITAS ISLAM
Aku tak mengerti apa yang membuat Islam di Indonesia semakin tidak karuan seperti ini. Banyak yang levelnya Doktor, Ustadz, ataupun Kiai Haji tidak melaksanakan aqidah yang telah mereka pelajari semasa hidup. Mungkin salahsatu contohnya Gus Dur, beliau sudah Kiai Haji dan pernah belajar agama Islam secara mendalam di Irak namun lihatlah betapa malu-maluinnya dia di mata umat Islam.
Anehnya banyak juga yang mendukung dia yang menyatakan berani mampus (Garda Bangsa, dsb…) demi dia. Bukankah rela mati bukan karena ALLAH adalah suatu hal yang MUSYRIK, semoga para sahabat sadar. Atau mungkin dia (Gus Dur) yakin betul masuk surga, karena mungkin ada sebuah hadits qudsi yang menyatakan bahwa (maaf) tuna netra akan dimudahkan urusannya dalam masuk surga, ah mungkin itu benar namun jika hanya berharap dengan itu berarti itu sama hanya omongkosong. Kini institusi pendidikan pun menjadi bahan mediasi penyebaran liberalisme, cintohnya saja Ahmadiyah di Yogyakarta membuat nama sekolahnya dengan nama PIRI (Perguruan Islam Republik Indonesia). Dan mungkin beberapa petinggi Universitas Islam di Indonesia, dan sialnya termasuk di Universitas saya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Nama-nama ini diambil dari buku buku Ada Pemurtadan di IAIN – Hartono Ahmad Jaiz.
- DR. Nurcholish Madjid guru besar IAIN Jkt,
pendiri Yayasan Paramadina Jakarta, alumni Barat (Chicago Amerika), telah menikahkan anak puterinya, Nadia dengan lelaki Yahudi di Amerika,
30 Sept 2001, tidak dgn akad Islam, tapi akad universal, yaitu antara anak manusia dengan anak manusia. - Dr. Kautsar Azhari Noer dosen IAIN (kini UIN)
Jakarta menikahkan Ahmad Nurcholish (Muslim) anggota pengurus YISC (Youth Islamic Study Club) Masjid Al-Azhar Keb. Baru Jak-Sel dengan wanita Konghucu, Ang Mei Yong. Pernikahan Muslim dgn wanita kafir ini di langsungkan di Islamic Center Paramadina Pondok Indah Plaza III Blok F5-7, Jl. TB. Simatupang Jkt, Ahad 8 Juni 2003. - Zainun Kamal dosen UIN Jkt
Telah menikahkan wanita muslimah dgn lelaki kristen di sebuah hotel di Pondok Indah, Ahad 27 Nov. 2004 dengan di berkati pendeta.
- Drs. Nuryamin Aini, MA, pengajar Fak. Syari’ah UIN Jkt
menyudutkan para ulama (sebenarnya menyudutkan Islam) yg mengharamkan pernikahan beda agama (Islam dgn Non Islam).
- Dosen-dosen IAIN/UIN yg tergabung dlm tim penulis Paramadina Jkt,
Menulis buku Fiqih Lintas Agama 2003, yang sangat merusak aqidah Islam, dari tauhid diarahkan ke kemusyrikan dengan istilah pluralisme agama dan memutarbalikkan hukum Islam, yg halal di haramkan, yg haram di halalkan. Tim Penulis Paramadina itu sebagian adalah dosen-
dosen UIN Jkt. Semuanya terdiri 9 orang: Nurcholish Madjid, Kautsar Azhari Noer, Komarudin Hidayat, Masdar F. Mas’udi, Zainun Kamal, Zuhairi Misrawi, Budhy Munawar-Rahman, Ahmad Gaus AF dan Mun’im A. Sirry.
- Ada dosen IAIN (kini UIN) Yogya yg diam-diam bergegas ke seorang tokoh di Salatiga Jateng yg mendirikan rumah ibadah untuk semua agama. Pendiri bangunan yg di sebut “rumah ibadah bersama” itu pun bekas dosen STAIN Salatiga. Dia kabarnya dikenal sbg teman Gus Dur (ah…lagi-lagi Gus Dur).
- Ajakan Dzikir Anjing hu akbar di IAIN Bandung satu contoh kasus: Kasus ucapan mahasiswa IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam ta’aruf dengan mahasiswa baru September 2004 cukup menyentak. Diantaranya perkataan: “Selamat bergabung di area bebas Tuhan”. Malah ada seorang mahasiswa dari jurusan Aqidah Filsafat Fak. Ushuluddin mengepalkan tangan & meneriakkan, “Kita berdzikir bersama anjing hu akbar”. Jurusan Sosiologi Agama punya gaya sendiri menyambut juniornya. “Mahasiswa sosiologi agama adalah insan kreatif inovatif yg sosialis demokratis. Beri kesempatan kpd teman2 kami yg senantiasa mencari tuhan,” ungkap ketua himpunan jurusan sosiologi agama.
Pernyataan yg lebih menakutkan keluar dari mulut salah satu di antara mereka, “Kami tdk ingin punya tuhan yg takut pada akal manusia”, katanya.
Sosok-sosok nyeleneh diantaranya:
1. Nurcholish Madjid: mempidatokan di universitas2 terkemuka di Eropa katanya di Al-Qur’an ada lafal qisthas dari bahasa Yunani Justis yg artinya adil. Dan di Al-Qur’an ada lafal kafuro menurut dia dari bahasa Melayu, kapur barus. Dengan dua potong kata yg tanpa bukti ilmiah itu Nurcholish simpulkan bahwa Islam adalah agama hibrida.
Maka bukan Islamnya yg hibrida, tapi hati dia yg di hibrida dengan hati Cina Komunis. Setelah hatinya di cangkok dgn hati org Cina Tiongkok di Cina, dia harus dirawat di Singapura. Pencangkokan hati itu mengharuskan dia di suntik untuk mengurangi daya otak tubuh atas hati cangkokan baru itu.
2. Abdul Munir Mulkhan Wakil Rektor UIN Yogya & petinggi Muhammadiyah berpendapat, kalau yg masuk surga org tertentu (Islam) saja maka akan kesendirian dan tak kerasan di surga.
3. Djohan Effendi, anggota resmi aliran sesat Ahamdiyah, penyunting buku Catatan Harian Ahmad Wahib Pergolakan Pemikiran Islam, isinya
sangat menyesatkan, di samping mengkampanyekan faham pluralisme agama (menyamakan semua agama) masih pula ditambah dengan pernyataan2 yg menghina Nabi Muhammad SAW, misalnya Wahib menginginkan nabi yg setingkat internasional.
4. Dawam Rahardjo, petinggi Muhammudiyah pembela aliran-aliran sesat di antaranya Ahmadiyah.
5. Muslim Abdurahman, penolak keras diterapkannya syari’ah Islam. Beliau salah satu pengurus Muhammadiyah pula.
6. GUS DUR/ABDURRAHMAN WAHID, pencetus gagasan assalamu’alaikum di ganti selamat pagi. Dalam tragedy tsunami di Aceh 26/12/04 yg menewaskan 150rb-an jiwa lebih & hampir menghancurkan hampir seluruh bangunan, gus dur menyuarakan di radio Jakarta News FM, agar mayat2 di Aceh itu di bakar saja di tempat (suatu penyelewengan syari’at Islam, yang saya ketahui mayat dibakar adalah bukan tradisi agama Islam tetapi agama Nasrani maupun Yahudi).
7. Zainun Kamal, penghalal nikah antara wanita Muslimah dgn lelaki Nasrani.
8.Munawir Sjadzali, penggagas penyamaan waris antara laki-laki & perempuan.
9. Harun Nasution, tokoh IAIN Jkt yg menggemakan istilah pembaruan Islam dialihkan maknanya menjadi memperbaharui model modern/barat sampai menghalalkan dansa2 campur aduk laki-perempuan (salahsatu tokoh yang banyak diagung-agungkan sebagian kawan-kawan saya di UIN, Astagfirullah…).
10. Kautsar Azhari Noer, seorang dosen UIN Jkt, penggema ajaran Ibnu Arabi dan pluralisme agama (semua agama baik).
11. Zuhairi Misrawi (alumni filsafat Al-Azhar Mesir yg pernah di adili dan di harap istitab (bertaubat) kpd Allah SWT oleh teman2nya di Mesir krn di anggap mengatkan bahwa shalat 5 waktu tdk wajib.
12. Masdar F. Mas’udi alumni IAIN Jogjakarta, org NU yg menyuarakan kalau lelaki nekad berzina maka hendaknya pakai kondom dan menyuarakan musim haji wuqufnya bukan hanya di bulan Dzulhijjah tapi bisa di bulan Syawal & Dzulqo’idah. Dia juga menyamakan pajak dengan zakat (Herry Nurdi dalam bukunya Jejak Freemason & Zionis di Indonesia memberikan sedikit catatan tentang dia, disebutkan bahwa dia adalah salah satu antek JIL atupun bahkan Yahudi).
13. Ulil Abshar Abdalla, generasi NU yg menulis bahwa hukum Tuhan itu tidak ada. Vodca, minuman beralkohl lebih dari 16% bisa jadi di Rusia halal karena udaranya dingin sekali. Ungkapan yg merusak Islam dan menghalalkan yg haram ini di tulis di KOMPAS 18/11/02.
14. Luthfi Assyaukanie, orang Paramadina yg menganggap teks Al-Qur’an mengalami copy editing oleh para sahabat.
15. PROF. DR. M. AMIN ABDULLAH, Ketua Majlis Tarjih Muhammadiyah, rektor IAIN Jogjakarta, tafsir-tafsir klasik Al-Qur’an tdk lagi memberi makna & fungsi yg jelas dlm kehidupan umat.

(Rektor yang saat ini masih saja menjabat di kampus saya, seorang begawa Muhammadiyah yang liberalis yang gagal menjadi ketua karena kalah telak oleh Din Syamsudin. Selama masa kepemimpinannya mungkin banyak yang menganggap Uin Sunan Kalijaga mengalami kemajuan. Tapi, saya dan kawan-kawan disini sebagai penghuninya merasa muak dengan kepemimpinannya. Banyak keburukan yang dilakukan untuk menaikkan kwalitas kampus untuk mencapai target, dia menaikkan spp 100%, membatasi kegiatan mahasiswa, membatasi fasilitas kampus dan lain sebagainya. Perlu anda ketahui bahwa uin sunan kalijaga adalah universitas islam yang tidak memiliki masjid karena masalah pendanaan yang kurang jelas. UIN juga sekarang tidak ada syarat harus beragama Islam, dengan alasan toleransi, semua agama boleh masuk UIN. Mungkin iya bagi yang jurusan agak umum, tapi kalau sudah masuk kedalam Islam?)
16. Taufik Adnan Amal (dosen ulumul Qur’an IAIN Makassar), mengemukakan bahwa ayat innaddiena indallohil Islam itu ada yg lebih tepat
untuk sekarang innad diena indallohil hanifiyyah.
17. Abdul Moqsith Ghazali (tadinya belajar di pascasarjana UIN Jkt), membolehkan perkawinan beda agama.
18. Dr. Siti Musdah Mulia (wanita dosen pasca sarjana UIN Jkt), menyuarakan kesetaraan gender dgn membuat LSM di Depag, menyuarakan
pembatalan syari’at Islam diantaranya melarang poligami, tapi membolehkan nikah beda agama.
19. Faqihuddin (alumni Suriah yg temannya sendiri seperti Adnin Armas heran, kenapa setelah jadi dosen STAIN Cirebon malah jadi nyeleneh &
menulis di Majalah Syir’ah yg isi majalah itu banyak menyesatkan).
20. Hussein Muhammad, pengasuh pondok pesantren Darut Tauhid Cirebon, memberikan pengantar untuk buku In the Name of Sex karya
Soffa Ihsan yg tak sungkan membeberkan sederet pengalaman menghirup kenikmatan sesaat bersama perempuan lain-dari yg muda hingga yg
tua.
21. Nasaruddin Umar (org UIN Jkt yg menyebarkan feminisme & di percaya org JIL untuk bicara Islam model mereka ke Amerika).
22. Alwi Shihab (tokoh di NU/PKB, pendorong awal & kampanye penyamaan semua agama, berkolaborasi dgn pejabat non-muslim untuk
menatar para karyawan tentang faham pluralisme agama di satu instansi meliputi Jawa & Madura).
23. Quraish Shihab, mantan menteri agama 70 hari zaman Soeharto dan mantan rektor IAIN Jkt yg di kenal mengemukakan ucapan selamat natal di klaim sebagai sesuai Al-Qur’an dan bersuara aneh tentang jilbab hingga pernah dibantah mahasiswa Indonesia di Mesir. Quraish Shihab menulis dengan judul Selamat Natal Menurut Al-Qur’an di buku Membumikan Al-Qur’an.
24. Atho’ Mudhar, kepala Badan Litbang Depag RI yg berpendapat bahwa masjidil Aqsho bukan di Palestina, tapi di baitul makmur di langit. Suatu
penafsiran aneh yg berbau pro yahudi-israel dan di kemukakan di pengajian Paramadina pimpinan Nurcholish Madjid lalu di sebarkan oleh Majalah
TEMPO pimpinan tokoh liberal Gunawan Mohammad.
25. Azyumardi Azra, rektor IAIN Jkt & ketua umum yayasan wakaf Paramadina di Jkt menggantikan Kommarudin Hidayat. Azra termasuk penolak diterapkannya syari’at Islam namun nasibnya tidak seburuk Ahmad Syafii’ Maarif, karena Azra meliuk- liuk dlm tulisan dan bicaranya dgn berlindung pd peradaban atau menisbatkan gagasannya kpd tokoh lain, hingga walau sampai sebagai pemuja demokrasi hingga dia disebut Islam kompatibel (cocok, rukun, harmonis) dengan demokrasi, namun masyarakat belum mengecamnya. Padahal dia justru pemuja demokrasi untuk dipas-paskan/di cocok-cocokan dgn Islam seraya menolak di terapkannya syari’at Islam.
IAIN (Institut Agama Islam Negeri) ataupun yg sudah ganti nama menjadi UIN (Universitas Islam Negeri) adalah lembaga pendidikan Islam yg di
harapkan melahirkan insan-insan muslim yg cerdas, istiqomah dengan ajaran agamanya, berakhlak mulia. Tapi kini, lembaga-lembaga ini dari tahun ke tahun bukannya melahirkan insan- insan sebagaimana diharapkan, namun justru semakin jauh dari Islam, maraknya paham Pancasila yang Liberal sangat memnpengaruhi itu semua, lebih baik Pancasila dikembalikan dalam keadaan semula sesuai Piagam Djakarta yang Asli (Di Fakultas saya, mata kuliah Pancasila mengajarkan tentang kebebasan bangsa).
Semenjak IAIN berpindah kiblat dari Timur Tengah sebagai pusat Islam dan beralih ke Barat dan menjejali para mahasiswanya dengan berbagai
macam filsafat, pesan-pesan pemikiran yg nyeleneh, liberal, dsb, maka hasilnya bisa di tebak; IAIN sudah kehilangan spirit Islamnya. Sebaliknya justru yg muncul adalah mahluk2 liberal, bahkan sekular. Tak heran, jika ada yg memelesetkan bahwa IAIN/UIN adalah Ingkar Allah Ingkar Nabi!
Adalah tugas umat Islam semuanya untuk menyelamatkan IAIN/UIN dari tangan2 liberal sekular yg sedang bahu membahu menghancurkan IAIN, agar dapat di kembalikan ke garis Islam yg sebenarnya. UIN telah dimasuki birokrasi-birokrasi yang rumit sehingga untuk mengembalikannya, banyaknya lobi liberalis yang membuat itu semua seperti sekarang ini.
0 Tanggapan ke “Liberalisme Di Universitas Islam”